Posting berikut merupakan versi lengkap dari posting sebelumnya (versi pendek) tentang survey dari penggunaan PLC/PAC di industri oleh majalah Control Engineering.
Penggunaan PLC di industri
Dari hasil survey, penggunaan PLC/PAC di
industri masih akan terus meningkat dalam 1 tahun ke depan. Meskipun
dengan kondisi ekonomi ketat, 23 % responden mengharapkan pembelian
mereka meningkat, 69% mengharapkan paling tidak jumlah sama dengan
sekarang, dan hanya 8% yang akan mengurangi penggunaannya.
Dalam penggunaan PLC.PAC, 54% menggunakannya
untuk kebutuhan di dalam pabrik sendiri, 14% menggunakannya untuk
kebutuhan OEM atau untuk penjualan kembali (biasanya dalam 1 paket mesin baru-red.), dan 12% menggunakan untuk keduanya.
Pemilihan ukuran PLC/PAC juga nampak dari survei ini. Nano devices (kurang dari 15 I/O) berjumlah 9.95 dari keseluruhan. Micro devices (15 – 128 I/O) terpasang sebanyak 38,4%. Sedang medium (129-512 I/O) dan large (leibh dari 512 I/O) terpasang sebanyak 33.5% dan 18.2%. Hasil ini mirip dengan hasil survei tahun lalu, dengan micro devices menempati urutan yang pertama. Berikut ini grafiknya.
Dari semua peralatan yang terpasang, survei menemukan bahwa mayoritas responden menggunakan PLC sebagai embedded controller lebih dari PC, data logger, atau aplikasi SCADA yang terhubung denganPC. Selain itu, sebagai aplikasi utama, PLC dan PAC paling banyak digunakan pada machine control (79%). Process control (74%), motion control (55%), batch control (33%), dan diagnostics (23%) muncul berurutan pada hasil survei. Berikut ini grafik batang dengan perbandingan aplikasi pada 2007.
Untuk menjawab pertanyaan bagaimana PLC/PAC terhubung dengan sistem
kontrol yang lain di pabrik, responden menjawab bahwa sebagian besar
(29.1%) terhubung (networked) dengan PLC yang lain. Peralatan yang standalone terhitung sebanyak 24.4% . Sisanya terhubung dengan DCS (distributed control systems) sebanyak 21.4%, personal computers (21%), dan PAC (3%).
Bagaimana PLC berkomunikasi?
Protokol komunikasi juga menjadi obyek survei ini. Daftar top ten dari protokol yang paling banyak dipakai ialah : serial (RS-232 and RS-485), 4-20 mA, Ethernet (wired), Allen-Bradley Remote I/O, DeviceNet, Modbus, ControlNet, general wireless, BCD (binary coded decimal), dan Profibus.
Dengan makin populernya Ethernet sekarang ini, survei juga mendaftar pilihan engineer terhadap tipe dan fungsi jaringan Ethernet. Bagi para pengguna Ethernet ini, 70% menggunakannya sebagai supervisory network, 67% menggunakannya sebagai controller to controller networking, 54% menggunakannya untuk mengontrol I/O, dan 41% menggunakannya untuk enterprise connectivity.
Protokol Ethernet yang sekarang (atau akan) digunakan oleh responden ialah (berdasar popularitas) : TCP/IP, EtherNet/IP, Modbus TCP/IP, High Speed Ethernet (HSE), Profinet, UDP, EtherCAT, Sercos II, EtherNet Powerlink, FL-net (OPCN-2).
Bahasa yang paling banyak digunakan untuk memprogram PLC/PAC ialah ladder diagrams (berbanding hampir 2:1 dengan function block). Di tempat ke 3 ialah structured text , dengan rating kurang dari 2:1 dibanding function blocks. C programming, sequential function charts, flow charts, proprietary software, dan instruction lists disebutkan semua, namun tidak mendapat dukungan yang signifikan.
PLC seperti apa yang diinginkan pelanggan?
Berikut ini fitur – fitur yang paling diinginkan dalam sebuah PLC :
- Scan time
- Availability of analog I/O (strain, vibration, etc.)
- PID availability
- Total memory
- Availability of universal programming software for multiple hardware targets/platforms
- More remote I/O subsystems
- Controller I/O networked to PCs
- Motion support
- Integrated I/O modules.
Pada survei ini, responden juga menyebutkan merk PLC/PAC yang paling banyak mereka beli (gunaan). Berikut ini daftar lengkapnya, dimulai dengan yang paling populer (untuk responden Control Engineering Magazine yang berlokasi di Illinois, USA)
- Rockwell Automation (Allen-Bradley)
- Siemens Energy & Automation
- AutomationDirect (Koyo)
- GE Fanuc
- Schneider Electric (Modicon, Square D, Telemecanique)
- ABB
- National Instruments, Mitsubishi Electric
- Omron Electronics
- Eaton (Cutler-Hammer)
- Baldor Electric, Bosch Rexroth, Idec, Invensys Foxboro, Omega Engineering, Opto 22
- Advanced Micro Controls, Beckhoff Automation, Emerson Process Management (Bristol Babcock), Keyence, Yaskawa Electric
No comments:
Post a Comment