Wednesday, August 29, 2012

Hasil Survei PLC / PAC (versi lengkap)

Posting berikut merupakan versi lengkap dari posting sebelumnya (versi pendek) tentang survey dari penggunaan PLC/PAC di industri oleh majalah Control Engineering.
survey
Penggunaan PLC di industri

Dari hasil survey, penggunaan PLC/PAC di industri masih akan terus meningkat dalam 1 tahun ke depan. Meskipun dengan kondisi ekonomi ketat, 23 % responden mengharapkan pembelian mereka meningkat, 69% mengharapkan paling tidak jumlah sama dengan sekarang, dan hanya 8% yang akan mengurangi penggunaannya.
Dalam penggunaan PLC.PAC, 54% menggunakannya untuk kebutuhan di dalam pabrik sendiri, 14% menggunakannya untuk kebutuhan OEM atau untuk penjualan kembali (biasanya dalam 1 paket mesin baru-red.), dan 12% menggunakan untuk keduanya.
Pemilihan ukuran PLC/PAC juga nampak dari survei ini. Nano devices (kurang dari 15 I/O) berjumlah 9.95 dari keseluruhan. Micro devices (15 – 128 I/O) terpasang sebanyak 38,4%. Sedang medium (129-512 I/O) dan large (leibh dari 512 I/O) terpasang sebanyak 33.5% dan 18.2%. Hasil ini mirip dengan hasil survei tahun lalu, dengan micro devices menempati urutan yang pertama. Berikut ini grafiknya.
ctl0809pr_a11
Dari semua peralatan yang terpasang, survei menemukan bahwa mayoritas responden menggunakan PLC sebagai embedded controller lebih dari PC, data logger, atau aplikasi SCADA yang terhubung denganPC. Selain itu, sebagai aplikasi utama,  PLC dan PAC paling banyak digunakan pada machine control (79%). Process control (74%), motion control (55%), batch control (33%), dan diagnostics (23%) muncul berurutan pada hasil survei. Berikut ini grafik batang dengan perbandingan aplikasi pada 2007.
ctl0809pr_a2 Untuk menjawab pertanyaan bagaimana PLC/PAC terhubung dengan sistem kontrol yang lain di pabrik, responden menjawab bahwa sebagian besar (29.1%) terhubung (networked) dengan PLC yang lain. Peralatan yang standalone terhitung sebanyak 24.4% . Sisanya terhubung dengan DCS (distributed control systems) sebanyak 21.4%, personal computers (21%), dan PAC (3%).
ctl0809pr_a3
Bagaimana PLC berkomunikasi?

Protokol komunikasi juga menjadi obyek survei ini. Daftar top ten dari protokol yang paling banyak dipakai ialah : serial (RS-232 and RS-485), 4-20 mA, Ethernet (wired), Allen-Bradley Remote I/O, DeviceNet, Modbus, ControlNet, general wireless, BCD (binary coded decimal), dan Profibus.
Dengan makin populernya Ethernet sekarang ini, survei juga mendaftar pilihan engineer terhadap tipe dan fungsi jaringan Ethernet. Bagi para pengguna Ethernet ini, 70% menggunakannya sebagai supervisory network, 67% menggunakannya sebagai controller to controller networking, 54% menggunakannya untuk mengontrol I/O, dan 41% menggunakannya untuk enterprise connectivity.
Protokol Ethernet yang sekarang (atau akan) digunakan oleh responden ialah (berdasar popularitas) : TCP/IP, EtherNet/IP, Modbus TCP/IP, High Speed Ethernet (HSE), Profinet, UDP, EtherCAT, Sercos II, EtherNet Powerlink, FL-net (OPCN-2).
Bahasa yang paling banyak digunakan untuk memprogram PLC/PAC ialah ladder diagrams (berbanding hampir 2:1 dengan  function block). Di tempat ke 3 ialah structured text , dengan rating kurang dari 2:1 dibanding function blocks. C programming, sequential function charts, flow charts, proprietary software, dan instruction lists disebutkan semua, namun tidak mendapat dukungan yang signifikan.
PLC seperti apa yang diinginkan pelanggan?

Berikut ini fitur – fitur yang paling diinginkan dalam sebuah PLC :
  1. Scan time
  2. Availability of analog I/O (strain, vibration, etc.)
  3. PID availability
  4. Total memory
  5. Availability of universal programming software for multiple hardware targets/platforms
  6. More remote I/O subsystems
  7. Controller I/O networked to PCs
  8. Motion support
  9. Integrated I/O modules.
PAC dianggap jauh lebih bisa beradaptasi dibanding pendahulunya, PLC.  Tetapi apakah PAC sudah “diterima” di komunitas otomasi? Pada survei ini, rencana pembelian PAC untuk 1 tahun ke depan hampir sama dengan rencana pembelian untuk PLC. Hal ini menunjukkan “penerimaan” dari komunitas kontrol. Jadi, komunitas control engineering sudah siap untuk menggunakan teknologi yang sedang berkembang ini. Pesan mereka pada vendor PLC/PAC cukup sederhana – bring it on!
Pada survei ini, responden juga menyebutkan merk PLC/PAC yang paling banyak mereka beli (gunaan). Berikut ini daftar lengkapnya, dimulai dengan yang paling populer (untuk responden Control Engineering Magazine yang berlokasi di Illinois, USA)
  1. Rockwell Automation (Allen-Bradley)
  2. Siemens Energy & Automation
  3. AutomationDirect (Koyo)
  4. GE Fanuc
  5. Schneider Electric (Modicon, Square D, Telemecanique)
  6. ABB
  7. National Instruments, Mitsubishi Electric
  8. Omron Electronics
  9. Eaton (Cutler-Hammer)
  10. Baldor Electric, Bosch Rexroth, Idec, Invensys Foxboro, Omega Engineering, Opto 22
  11. Advanced Micro Controls, Beckhoff Automation, Emerson Process Management (Bristol Babcock), Keyence, Yaskawa Electric

No comments:

Post a Comment