Friday, February 3, 2017

Langkah Pengoprasian Trainer Mesin Diesel

MODUL BELAJAR
ENGINE STAND DIESEL TRAINER

LANGKAH PENGOPERASIAN

1. Cek semua komponen / part yang ada pada stand mesin disel semua lengkap dan dalam kondisi tidak ada cacat/rusak

2. cek Bahan bakar solar yang ada di tangki

3. cek Batterei Aki yang digunakan kalau perlu pakai alat batterey tester, ukur tegangan baterey juga

4. Cek Komponen Dasboard / Pabel kontrol Engine Stand Diesel

5.Pasangkan kabel Aki dengan benar

6. Cek Kunci kontak dan pindahkan / putar posisi kontak menjadi on

7. Cek indicator Ampere dan Indicator Oli menyala terang. 

8. Tekan beberapa kali pompa bahan bakar agar naik ke mesin

8. Tekan Tombol pemanas (heater) sesaat sebelum kunci kontak di start

10. Lakukan Start dengan memutar kunci kontak sampai mesin menyala

11. Ulangi beberapa kali apabila mesin belum bekerja

12. Mesin bekerja, kontrol tuas gas untuk memperbesar putaran engine


ENGINE DIESEL

Motor diesel diciptakan oleh Rudolf Diesel yang berkebangsaan Jerman pada tahun 1898. Motor diesel adalah motor bakar torak yang berbeda dengan motor bensin, proses penyalaannya bukan dengan loncatan api listrik. Pada langkah isap hanyalah udara segar saja yang masuk ke dalam silinder. Pada waktu torak hampir mencapai TMA bahan bakar disemprotkan ke dalam silinder.Terjadilah proses penyalaan untuk pembakaran, pada saat udara di dalam sililnder sudah bertemperatur tinggi.

Perbandingan kompresinya cukup tinggi yaitu berkisar antara 12 s/d 25. Perbandingan kompresi yang rendah pada umumnya digunakan pad motor diesel berukuran besar dengan putaran rendah.Perbandingan kompresi yang tinggi banyak dipakai pada motor diesel berukuran kecil dengan putaran tinggi (± 3000 rpm). Perancang cenderung mempergunakan perbandingan kompresi yang serendah-rendahnya berdasarkan pertimbangan kekuatan material serta mesinnya. Oleh karena itu, pada umumnya motor diesel bekerja dengan perbandingan kompresi antara 13 s/d 17.

Daya poros adalah daya yang berguna yang dibangkitkan oleh daya indicator yang merupakan daya yang dihasilkan dari pembakaran gas di dalam silinder untuk menggerakkan torak. Sebagian daya indicator dibutuhkan untuk mengatasi gesekan mekanik misalnya gesekan antara torak dan dinding silinder dan gesekan antara poros dan bantalannya. Disamping itu daya indicator juga digunakan untuk menggerakkan beberapa asesoris seperti pompa pelumas, pompa air pendingin, pompa bahan bakar danGENERATOR.

Pemakaian bahan bakar dari motor diesel kira-kira 25 % lebih rendah dari motor bensin, sehingga motor diesel lebih hemat daripada motor bensin. Tekanan kerja motor diesel juga lebih lebih tinggi daripada motor bensin karena perbandingan kompresinya yang lebih tinggi. Oleh karena itu motor diesel harus dibuat lebih kuat dan kokoh sehingga lebih berat. Namun motor diesel mengeluarkan suara yang agak berisik dan keras, warna dan bau gas buang hasil pembakaran yang kurang menyenangkan.

Salah satu penggunaan yang menonjol dari mesin diesel adalah sebagai alat transportasi baik di darat dan di air, kereta rel, lokomotif, perahu dan kapal. Dalam banyak instalasi ukuran kecil dan sedang, pada mesin pertanian dan perusahaan industri kecil. Pemakaiannya yang begitu luas disebabkan oleh biaya operasi yang lebih rendah dari mesin lain. Gambar 4 – 1 berikut ini menunjukkan visualisasi sebuah mesin diesel utuh.

4.2. KARAKTERISTIK MESIN-DIESEL

Karakteristik utama dari mesin diesel yang membedakannya dari motor bakar yang lain adalah metoda penyalaan bahan bakar. Dalam mesin diesel bahan bakar diinjeksikan ke dalam silinder, yang berisi udara bertekanan tinggi. Udara tersebut dikompresikan yang mengakibatkan suhu dan tekanannya meningkat, sehingga ketika bahan bakar yang dalam bentuk kabut halus bersinggungan dengan udara panas dan bertekanan tinggi tersebut, maka akan menyala, sehingga tidak dibututhkan alat penyalaan lain dari luar. Oleh karena itu, mesin diesel juga disebut mesin penyalaan kompresi.

Karakteristik mesin diesel lain yang penting adalah bahwa mesin diesel menghasilkan puntiran yang tidak tergantung pada kecepatan. Banyakknya udara yang di hisap ke dalam silinder pada setiap langkah hisap dari torak hanya sedikit dipengaruhi oleh kecepatan mesin. Sehingga jumlah bahan bakar yang dapat dibakar di dalam selinder pada setiap langkah kerja dari torak hampir konstan.

Mesin diesel juga mempunyai efisiensi panas lebih tinggi daripada mesin panas yang lain, menggunakan sedikit bahan bakar untuk penyediaan daya yang sama, serta menggunakan bahan bakar yang lebih murah daripada bensin. Disamping itu mesin diesel juga terdapat beberapa kerugian kalau dibandingkan dengan mesin bensin yaitu :

Motor diesel diciptakan oleh Rudolf Diesel yang berkebangsaan Jerman pada tahun 1898. Motor diesel adalah motor bakar torak yang berbeda dengan motor bensin, proses penyalaannya bukan dengan loncatan api listrik. Pada langkah isap hanyalah udara segar saja yang masuk ke dalam silinder. Pada waktu torak hampir mencapai TMA bahan bakar disemprotkan ke dalam silinder.Terjadilah proses penyalaan untuk pembakaran, pada saat udara di dalam sililnder sudah bertemperatur tinggi.

Perbandingan kompresinya cukup tinggi yaitu berkisar antara 12 s/d 25. Perbandingan kompresi yang rendah pada umumnya digunakan pad motor diesel berukuran besar dengan putaran rendah.Perbandingan kompresi yang tinggi banyak dipakai pada motor diesel berukuran kecil dengan putaran tinggi (± 3000 rpm). Perancang cenderung mempergunakan perbandingan kompresi yang serendah-rendahnya berdasarkan pertimbangan kekuatan material serta mesinnya. Oleh karena itu, pada umumnya motor diesel bekerja dengan perbandingan kompresi antara 13 s/d 17.

Daya poros adalah daya yang berguna yang dibangkitkan oleh daya indicator yang merupakan daya yang dihasilkan dari pembakaran gas di dalam silinder untuk menggerakkan torak. Sebagian daya indicator dibutuhkan untuk mengatasi gesekan mekanik misalnya gesekan antara torak dan dinding silinder dan gesekan antara poros dan bantalannya. Disamping itu daya indicator juga digunakan untuk menggerakkan beberapa asesoris seperti pompa pelumas, pompa air pendingin, pompa bahan bakar danGENERATOR.

Pemakaian bahan bakar dari motor diesel kira-kira 25 % lebih rendah dari motor bensin, sehingga motor diesel lebih hemat daripada motor bensin. Tekanan kerja motor diesel juga lebih lebih tinggi daripada motor bensin karena perbandingan kompresinya yang lebih tinggi. Oleh karena itu motor diesel harus dibuat lebih kuat dan kokoh sehingga lebih berat. Namun motor diesel mengeluarkan suara yang agak berisik dan keras, warna dan bau gas buang hasil pembakaran yang kurang menyenangkan.

Salah satu penggunaan yang menonjol dari mesin diesel adalah sebagai alat transportasi baik di darat dan di air, kereta rel, lokomotif, perahu dan kapal. Dalam banyak instalasi ukuran kecil dan sedang, pada mesin pertanian dan perusahaan industri kecil. Pemakaiannya yang begitu luas disebabkan oleh biaya operasi yang lebih rendah dari mesin lain. Gambar 4 – 1 berikut ini menunjukkan visualisasi sebuah mesin diesel utuh.

4.2. KARAKTERISTIK MESIN-DIESEL

Karakteristik utama dari mesin diesel yang membedakannya dari motor bakar yang lain adalah metoda penyalaan bahan bakar. Dalam mesin diesel bahan bakar diinjeksikan ke dalam silinder, yang berisi udara bertekanan tinggi. Udara tersebut dikompresikan yang mengakibatkan suhu dan tekanannya meningkat, sehingga ketika bahan bakar yang dalam bentuk kabut halus bersinggungan dengan udara panas dan bertekanan tinggi tersebut, maka akan menyala, sehingga tidak dibututhkan alat penyalaan lain dari luar. Oleh karena itu, mesin diesel juga disebut mesin penyalaan kompresi.

Karakteristik mesin diesel lain yang penting adalah bahwa mesin diesel menghasilkan puntiran yang tidak tergantung pada kecepatan. Banyakknya udara yang di hisap ke dalam silinder pada setiap langkah hisap dari torak hanya sedikit dipengaruhi oleh kecepatan mesin. Sehingga jumlah bahan bakar yang dapat dibakar di dalam selinder pada setiap langkah kerja dari torak hampir konstan.

Mesin diesel juga mempunyai efisiensi panas lebih tinggi daripada mesin panas yang lain, menggunakan sedikit bahan bakar untuk penyediaan daya yang sama, serta menggunakan bahan bakar yang lebih murah daripada bensin. Disamping itu mesin diesel juga terdapat beberapa kerugian kalau dibandingkan dengan mesin bensin yaitu :



CARA KERJA MESIN DIESEL (BELAJAR OTOMOTIF IV)



Sekilas tentang Mesin Diesel
(How Diesel Engine Work)


1) Prinsip Kerja Mesin Diesel

Mesin/motor diesel (diesel engine) merupakan salah satu bentuk motor pembakaran dalam (internal combustion engine) di samping motor bensin dan turbin gas. Motor diesel disebut dengan motor penyalaan kompresi (compression ignition engine) karena penyalaan bahan bakarnya diakibatkan oleh suhu kompresi udara dalam ruang bakar. Dilain pihak motor 
bensin disebut motor penyalaan busi (spark ignition engine) karena penyalaan bahan bakar diakibatkan oleh percikan bunga api listrik dari busi. Cara pembakaran dan pengatomisasian (atomizing) bahan bakar pada motor diesel tidak sama dengan motor bensin. Pada motor bensin campuran bahan bakar dan udara melelui karburator dimasukkan ke dalam silinder dan dibakar oleh nyala listrik dari busi. Pada motor diesel yang diisap oleh torak dan dimasukkan ke dalam ruang bakar hanya udara, yang selanjutnya udara tersebut dikompresikan sampai mencapai suhu dan tekanan yang tinggi. Beberapa saat sebelum torak mencapai titik mati atas (TMA) bahan bakar solar diinjeksikan ke dalam ruang bakar. Dengan suhu dan tekanan udara dalam silinder yang cukup tinggi maka partikel-partikel bahan bakar akan menyala dengan sendirinya sehingga membentuk proses pembakaran. Agar bahan bakar solar dapat terbakar sendiri, maka diperlukan rasio kompresi 15-22 dan suhu udara kompresi kira-kira 600ÂșC. Meskipun untuk motor diesel tidak diperlukan sistem pengapian seperti halnya pada motor bensin, namun dalam motor diesel diperlukan sistem injeksi bahan bakar yang berupa pompa injeksi (injection pump) dan pengabut (injector) serta perlengkapan bantu lain. Bahan bakar yang disemprotkan harus mempunyai sifat dapat terbakar sendiri (self ignition). Penampang mesin diesel secara sederhana dapat dilihat pada Gambar.


2) Keuntungan dan Kerugian mesin diesel 

Motor diesel juga mempunyai keuntungan dibanding motor bensin, yaitu:

a) Pemakaian bahan bakar lebih hemat, karena efisiensi panas lebih baik, biaya operasi lebih hemat karena solar lebih murah.

b) Daya tahan lebih lama dan gangguan lebih sedikit, karena tidak menggunakan sistem pengapian

c) Jenis bahan bakar yang digunakan lebih banyak

d) Operasi lebih mudah dan cocok untuk kendaraan besar, karena variasi momen yang terjadi pada perubahan tingkat kecepatan lebih kecil.

Di samping itu motor diesel memiliki kerugian, yaitu:

a) Suara dan getaran yang timbul lebih besar (hampir 2 kali) daripada motor bensin. Hal ini disebabkan tekanan yang sangat tinggi (hampir 60 kg/cm2) pada saat pembakaran

b) Bobot per satuan daya dan biaya produksi lebih besar, karena bahan dan konstruksi lebih rumit untuk rasio kompresi yang tinggi

c) Pembuatan pompa injeksi lebih teliti sehingga perawatan lebih sulit

d) Memerlukan kapasitas baterai dan motor starter yang besar agar dapat memutar poros engkol dengan kompresi yang tinggi.

Secara singkat prinsip kerja motor diesel 4 tak adalah sebagai berikut:

a) Langkah isap, yaitu waktu torak bergerak dari TMA ke TMB. Udara diisap melalui katup isap sedangkan katup buang tertutup.

b) Langkah kompresi, yaitu ketika torak bergerak dari TMB ke TMA dengan memampatkan udara yang diisap, karena kedua katup isap dan katup buang tertutup, sehingga tekanan dan suhu udara dalam silinder tersebut akan naik.

c) Langkah usaha, ketika katup isap dan katup buang masih tertutup, partikel bahan bakar yang disemprotkan oleh pengabut bercampur dengan udara bertekanan dan suhu tinggi, sehingga terjadilah pembakaran. Pada langkah ini torak mulai bergerak dari TMA ke TMB karena pembakaran berlangsung bertahap,

d) Langkah buang, ketika torak bergerak terus dari TMA ke TMB dengan katup isap tertutup dan katup buang terbuka, sehingga gas bekas pembakaran terdorong keluar. 


3) Proses pembakaran mesin diesel

Proses pembakaran dibagi menjadi 4 periode:

a) Periode 1: Waktu pembakaran tertunda (ignition delay) (A-B)

Pada periode ini disebut fase persiapan pembakaran, karena partikel-partikel bahan bakar yang diinjeksikan bercampur dengan udara di dalam silinder agar mudah terbakar. 

b) Periode 2: Perambatan api (B-C)

Pada periode 2 ini campuran bahan bakar dan udara tersebut akan terbakar di beberapa tempat. Nyala api akan merambat dengan kecepatan tinggi sehingga seolah-olah campuran terbakar sekaligus, sehingga menyebabkan tekanan dalam silinder naik. Periode ini sering disebut periode ini sering disebut pembakaran letup.

c) Periode 3: Pembakaran langsung (C-D)

Akibat nyala api dalam silinder, maka bahan bakar yang diinjeksikan langsung terbakar. Pembakaran langsung ini dapat dikontrol dari jumlah bahan bakar yang diinjeksikan, sehingga periode ini sering disebut periode pembakaran dikontrol.

d) Periode 4: Pembakaran lanjut (D-E)

Injeksi berakhir di titik D, tetapi bahan bakar belum terbakar semua. Jadi walaupun injeksi telah berakhir, pembakaran masih tetap berlangsung. Bila pembakaran lanjut terlalu lama, temperatur gas buang akan tinggi menyebabkan efisiensi panas turun.




No comments:

Post a Comment